KoLom SLAMET RISTANTO
Minggu, 10 Maret 2013
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK: Kolom Slamet Ristanto di harian FAJAR Makassar Selasa, 12 Februari 2013 KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK Dalam setiap kesempata...
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK: Kolom Slamet Ristanto di harian FAJAR Makassar Selasa, 12 Februari 2013 KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK Dalam setiap kesempata...
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK: Kolom Slamet Ristanto di harian FAJAR Makassar Selasa, 12 Februari 2013 KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK Dalam setiap kesempata...
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
KoLom SLAMET RISTANTO: KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK: Kolom Slamet Ristanto di harian FAJAR Makassar Selasa, 12 Februari 2013 KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK Dalam setiap kesempata...
KoLom SLAMET RISTANTO: MEWASPADAI INVESTASI BODONG
KoLom SLAMET RISTANTO: MEWASPADAI INVESTASI BODONG: MEWASPADAI INVESTASI BODONG Kolom Slamet Ristanto di Harian FAJAR Makassar, 05 Maret 2013 Dan terjadi lagi... Kisah lama yang te...
KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
Kolom Slamet Ristanto di harian
FAJAR Makassar Selasa, 12 Februari 2013
KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
Dalam setiap kesempatan bertemu dengan para pengusaha khususnya pedagang kecil selalu saja ada yang bertanya apakah bisa mengajukan kredit di bank tempat penulis atau tidak dan bagaimana caranya mengajukan kredit untuk membesarkan usahanya. Padahal fungsi utama bank adalah menyalurkan kredit, sehingga bank sangat berkepentingan untuk ekspansi kredit dan menjadikan para pengusaha sebagai target pemasaran kredit bank.
Mengakses kredit itu sebenarnya sangat mudah. Di bawah ini beberapa kiat mendapatkan kredit dimaksud. Pertama, sebaiknya berhubungan dengan bank sejak dini. Jangan ke bank hanya karena butuh kredit saja. Kita bisa membuka tabungan atau rekening giro. Jika mutasi tabungan kita aktif pihak bank yang justru akan mengejar kita untuk menawari kredit karena sudah mengenal keuangan kita melalui mutasi tersebut.
Bank-bank umumnya meminta salinan atau copy mutasi rekening tabungan/simpanan selama 3 atau 6 bulan. Berhubungan dengan bank sejak dini tentu memudahkan ketika bank meminta salinan atau copy mutasi rekening tersebut. Kita tinggal mencetak mutasi buku tabungan ke bank dan setelah itu tinggal meng-copy-nya serta menyerahkan ke bank.
Kedua, ajukanlah dengan jumlah yang wajar. Bank sangat menghargai calon peminjam (debitur) yang mengajukan kredit dalam jumlah kecil lalu bertahap menambahnya sesuai kemajuan usaha. Ketika baru kenal lalu mengajukan kredit dalam jumlah besar maka pihak bank akan balik meragukan kita. Bagaimanapun pihak bank akan berhati-hati karena uang yang disalurkan adalah uang yang dihimpun dari tabungan masyarakat/DPK sehingga harus dijaga betul agar kredit yang disalurkan lancar pengembaliannya.
Ketiga, lengkapi persyaratan administrasi seperti perijinan/legalitas usaha. Jika usahanya masih kecil atau sebagai pemula dalam berwirausaha minimal memiliki surat keterangan usaha dari kelurahan/desa. Ketika sudah besar sebaiknya segera mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), TDP dan SIUP serta ijin khusus untuk usaha tertentu. Kredit besaran Rp. 100 Juta ke atas memerlukan persyaratan seperti itu. Perijinan lengkap membuat pihak bank lebih cepat dalam memroses pengajuan kredit.
Keempat, apabila kita sama sekali belum pernah ke bank dan ingin mengajukan kredit temuilah orang/pihak yang tepat. Mintalah kepada sekuriti atau sekretaris untuk diantar menemui Account Officer (AO)/Mantri yang menangani kredit.
Kelima,setelah bertemu AO berceritalah secara jujur dan terbuka tentang usaha kita. ika terdapat permasalahan sebaiknya disampaikan di awal insya Allah AO/Mantri bisa membantu. Jika kita mengatakan tidak pernah meminjam di bank tetapi ketika hasil BI Checking/Sistem Informasi Debitur (SID) ternyata ada kreditnya dan kualitas kredit tidak lancar maka pihak bank pasti akan langsung menolak tanpa perlu membahas lagi.
Terakhir, keenam, hindari mengancam petugas atau menjanjikan sesuatu. Dua hal ini mengindikasikan bahwa kreditnya potensi bermasalah di kemudian hari sehingga sangat menakutkan bagi petugas bank. Petugas bank lebih takut kredit yang disalurkan bermasalah daripada diancam. Di samping itu kini pengelolaan bank semuanya transparan. Jika memang memenuhi syarat, pengajuan kreditnya pasti disetujui.
KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
Dalam setiap kesempatan bertemu dengan para pengusaha khususnya pedagang kecil selalu saja ada yang bertanya apakah bisa mengajukan kredit di bank tempat penulis atau tidak dan bagaimana caranya mengajukan kredit untuk membesarkan usahanya. Padahal fungsi utama bank adalah menyalurkan kredit, sehingga bank sangat berkepentingan untuk ekspansi kredit dan menjadikan para pengusaha sebagai target pemasaran kredit bank.
Mengakses kredit itu sebenarnya sangat mudah. Di bawah ini beberapa kiat mendapatkan kredit dimaksud. Pertama, sebaiknya berhubungan dengan bank sejak dini. Jangan ke bank hanya karena butuh kredit saja. Kita bisa membuka tabungan atau rekening giro. Jika mutasi tabungan kita aktif pihak bank yang justru akan mengejar kita untuk menawari kredit karena sudah mengenal keuangan kita melalui mutasi tersebut.
Bank-bank umumnya meminta salinan atau copy mutasi rekening tabungan/simpanan selama 3 atau 6 bulan. Berhubungan dengan bank sejak dini tentu memudahkan ketika bank meminta salinan atau copy mutasi rekening tersebut. Kita tinggal mencetak mutasi buku tabungan ke bank dan setelah itu tinggal meng-copy-nya serta menyerahkan ke bank.
Kedua, ajukanlah dengan jumlah yang wajar. Bank sangat menghargai calon peminjam (debitur) yang mengajukan kredit dalam jumlah kecil lalu bertahap menambahnya sesuai kemajuan usaha. Ketika baru kenal lalu mengajukan kredit dalam jumlah besar maka pihak bank akan balik meragukan kita. Bagaimanapun pihak bank akan berhati-hati karena uang yang disalurkan adalah uang yang dihimpun dari tabungan masyarakat/DPK sehingga harus dijaga betul agar kredit yang disalurkan lancar pengembaliannya.
Ketiga, lengkapi persyaratan administrasi seperti perijinan/legalitas usaha. Jika usahanya masih kecil atau sebagai pemula dalam berwirausaha minimal memiliki surat keterangan usaha dari kelurahan/desa. Ketika sudah besar sebaiknya segera mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), TDP dan SIUP serta ijin khusus untuk usaha tertentu. Kredit besaran Rp. 100 Juta ke atas memerlukan persyaratan seperti itu. Perijinan lengkap membuat pihak bank lebih cepat dalam memroses pengajuan kredit.
Keempat, apabila kita sama sekali belum pernah ke bank dan ingin mengajukan kredit temuilah orang/pihak yang tepat. Mintalah kepada sekuriti atau sekretaris untuk diantar menemui Account Officer (AO)/Mantri yang menangani kredit.
Kelima,setelah bertemu AO berceritalah secara jujur dan terbuka tentang usaha kita. ika terdapat permasalahan sebaiknya disampaikan di awal insya Allah AO/Mantri bisa membantu. Jika kita mengatakan tidak pernah meminjam di bank tetapi ketika hasil BI Checking/Sistem Informasi Debitur (SID) ternyata ada kreditnya dan kualitas kredit tidak lancar maka pihak bank pasti akan langsung menolak tanpa perlu membahas lagi.
Terakhir, keenam, hindari mengancam petugas atau menjanjikan sesuatu. Dua hal ini mengindikasikan bahwa kreditnya potensi bermasalah di kemudian hari sehingga sangat menakutkan bagi petugas bank. Petugas bank lebih takut kredit yang disalurkan bermasalah daripada diancam. Di samping itu kini pengelolaan bank semuanya transparan. Jika memang memenuhi syarat, pengajuan kreditnya pasti disetujui.
Twitter: Penyair Finansial@SlametRistanto
Facebook: Slamet Ristanto (Penyair Finansial).
Facebook: Slamet Ristanto (Penyair Finansial).
Fajar Online: www.fajar.co.id
MEWASPADAI INVESTASI BODONG
MEWASPADAI
INVESTASI BODONG
Kolom Slamet Ristanto di Harian FAJAR Makassar, 05
Maret 2013
Dan terjadi lagi...
Kisah lama yang terulang kembali...
Awal lirik lagu Separuh Aku yang dinyanyikan oleh grup
band NOAH itu agaknya sangat cocok untuk menggambarkan kondisi masyarakat kita
yang mudah sekali menjadi korban penipuan yang berkedok investasi alias
investasi bodong. Terakhir, kasus investasi emas yang membawa kabur dana
masyarakat yang konon hingga mencapai triliunan rupiah.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Pertama, yang jelas
orang Indonesia itu kaya. Kalau tidak, mana mungkin bisa ramai-ramai menjadi
korban penipuan sebesar angka di atas?
Kedua, pengetahuan masyarakat tentang investasi masih
sangat minim sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab
untuk menipunya.
Ketiga, nafsu kita untuk segera kaya raya itu luar
biasa besar meski sebenarnya kita sudah kaya sehingga tadinya kita berharap
selalu mendapat untung justru buntung.
Keempat, kita mudah dirayu dengan muatan agama. Kasus
koperasi yang menasional tahun lalu akibat semua tergiur karena didalihkan
sekalian untuk membantu umat yang miskin. Pun kasus investasi emas yang ramai
kini juga karena label agama.
Para pembaca yang terhormat. Beberapa tahun terakhir
ini kita selalu dicekoki oleh euforia berinvestasi. Investasi seolah cara sakti
menuju kaya raya tanpa perlu kita bekerja.
Memang, itu betul jika tak bermasalah. Oleh karenanya
melalui kesempatan ini penulis hanya ingin sharing agar maksud berinvestasi
tidak justru membuat susah pada akhirnya.
Pertama, kenali betul perusahaan yang bersangkutan.
Hindari perusahaan perseorangan atau badan hukum yang tidak jelas laporan
keuangannya. Perusahaan asing juga tidak menjamin bonafiditas. Mereka malah
lebih mudah kabur pulang ke negaranya.
Kedua, hindari ikut investasi jika kita tidak paham
betul tentang bidang itu. Lebih baik berinvestasi di deposito bank, atau
berinvestasi membeli tanah/properti yang kita kuasai betul wilayah dan dokumen
legalitasnya , insya Allah lebih aman dan menguntungkan.
Ketiga, kita perlu berhitung, menghitung dan
memerhitungkan atas sesuatu! Meski kita dianjurkan untuk selalu positive
thinking namun kita tetap harus kritis. Masak sih usaha seperti itu bisa
memberikan keuntungan bagi hasil sekian persen setiap bulannya?
Beberapa tahun lalu banyak masyarakat/mitra usaha
tertipu oleh investasi bertanam cabe/beternak bebek di sebuah kabupaten di Jawa
Barat hingga setengah triliun rupiah (setara 5 ton emas waktu itu). Luas lahannya
masuk akal tidak? Kandangnya sebesar apa? Mengapa bisa lancar memberi bagi
hasil? Pasti money game, untuk membayar mitra-mitra lama dari setoran
mitra-mitra baru. Gali lobang tutup lobang sampai tak mampu menutup.
Keempat, jangan mudah dirayu mulut manis. Maling bisa
berteriak maling. Para penipu tak segan mengingatkan kita agar berhati-hati
menerima tawaran investasi dari pihak lain. Mereka bahkan rela menjual agama
agar berhasil menipu! Mereka berlagak orang suci.
So, kata Bang Napi, WASPADALAH!
Twitter: Penyair Finansial@SlametRistanto
Facebook: Slamet Ristanto (Penyair Finansial).
Facebook: Slamet Ristanto (Penyair Finansial).
Fajar Online: www.fajar.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)

