Minggu, 10 Maret 2013

HOBI ITU DUIT!


Kolom Slamet Ristanto di Harian FAJAR, 29 Januari 2013
HOBI ITU DUIT!

Jika menyebut hobi, umumnya orang langsung membayangkan uang yang dihambur-hamburkan. Hal ini wajar saja karena kalau sudah hobi orang bisa mengeluarkan banyak uang asal hobinya terpenuhi. Kadang malah tak peduli dengan kebutuhan lainnya.

Padahal jika ditekuni dengan baik hobi tersebut bisa berubah menjadi sumber uang. Menurut sebuah survey, bisnis dari hobi memiliki kecenderungan berhasil hingga 80 persen karena berangkat dari sesuatu yang disukai sehingga menjalankannya lebih mudah.

Hobi apapun bisa menjadi uang jika dengan hobi itu kita dikenal. Di era informasi ini apa yang terjadi di suatu tempat informasinya bisa segera menyebar ke mana-mana.

Kita masih ingat bagaimana Norman Kamaru yang hobi menirukan lagu India mendadak ngetop dengan caiya-caiyanya. Santi & Jojo dengan hobi berlenggak-lenggok mengikuti lagu Keong Racun juga dikenal dan sempat membintangi iklan. Semua itu duit.

Bahkan melalui hobi makanpun orang bisa menjadi presenter sukses yang kerjanya berwisata kuliner. Itu yang dilakukan oleh Pak Bondan dengan ‘Mak Nyus’nya. Seluk beluk makan dan rasa dikuasainya sehingga Pak Bondan dikenal sebagai ahlinya di bidang itu.

Begitu pula hobi memasak, bisa membuka rumah makan/restoran atau catering. Farah Quinn bisa tampil bukan hanya di Indonesia karena hobi ini. Jika Sabtu siang saya suka menyaksikan Ala Chef-nya Farah Quinn di televisi. Makan apapun menjadi enak rasanya

Hobi tanaman, missal punya pohon mangga berkualitas di rumah bisa dibuat cangkokan dan dijual di tempat. Calon pembeli pasti tertarik karena melihat induknya.

Lalu hobi tidur ternyata jadi uang juga. Seperti yang dilakukan almarhum Mbah Surip. Bangun tidur bangun dan tidur lagi ketika diangkat ke sebuah lagu toh nyatanya sukses menangguk milyaran rupiah dari bisnis nada sambung pribadi HP beberapa waktu lalu.

Demikian pula Ayu Ting Ting dengan menyanyikan Alamat Palsu tak ketinggalan mendadak sukses sampai kewalahan melayani order manggung. Belum lagi penjualan CD dan nada sambung pribadi. Padahal itu baru alamat palsu, belum alamat asli, he he …

Hobi bicara pun sama. Jika gayanya memukau dan mengandung wawasan serta bermanfaat, dia bisa menjadi politikus dan pembicara laris. Orang bisa menjadi presenter/ MC/trainer yang kini peluangnya terbuka dengan berdirinya lembaga-lembaga training.

Orang yang suka ceplas-ceplos asal lucu bisa pula menjadi pelawak. Profesi pelawak sekarang lumayan penghasilannya dan masuk dalam kelompok selebriti. Pelawak terkenal manggung satu jam hasilnya bisa setara dengan pegawai bekerja selama setahun.

Hobi olah raga apalagi. Tak perlu menjadi pemain/pelatih jika rajin update informasiolahraga yang digemarinya bisa menjadi pengamat, menulis di Koran/komenta-tor di televisi yang bisa lebih sok tahu daripada pemain atau pelatihnya bukan? He he..

Hobi melukis dan menulis juga idem. Jika sudah dikenal lukisan bisa dikoleksi kolektor mahal. Media untuk menulis kini juga banyak. Bisa menulis artikel, puisi, cerpen, novel/ buku. Sedangkan ide menulis itu no limit! Kita bisa meraup royalti atau honor menulis.

Sampai di sini, apa hobi Anda? Jadikan hobi itu berkualitas dan cetaklah uang. 
Twitter: Penyair Finansial@SlametRistanto
Facebook: Slamet Ristanto (Penyair Finansial)
Fajar Online: www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar