Kolom Slamet Ristanto di harian
FAJAR Makassar Selasa, 12 Februari 2013
KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
Dalam setiap kesempatan bertemu dengan para pengusaha khususnya pedagang kecil selalu saja ada yang bertanya apakah bisa mengajukan kredit di bank tempat penulis atau tidak dan bagaimana caranya mengajukan kredit untuk membesarkan usahanya. Padahal fungsi utama bank adalah menyalurkan kredit, sehingga bank sangat berkepentingan untuk ekspansi kredit dan menjadikan para pengusaha sebagai target pemasaran kredit bank.
Mengakses kredit itu sebenarnya sangat mudah. Di bawah ini beberapa kiat mendapatkan kredit dimaksud. Pertama, sebaiknya berhubungan dengan bank sejak dini. Jangan ke bank hanya karena butuh kredit saja. Kita bisa membuka tabungan atau rekening giro. Jika mutasi tabungan kita aktif pihak bank yang justru akan mengejar kita untuk menawari kredit karena sudah mengenal keuangan kita melalui mutasi tersebut.
Bank-bank umumnya meminta salinan atau copy mutasi rekening tabungan/simpanan selama 3 atau 6 bulan. Berhubungan dengan bank sejak dini tentu memudahkan ketika bank meminta salinan atau copy mutasi rekening tersebut. Kita tinggal mencetak mutasi buku tabungan ke bank dan setelah itu tinggal meng-copy-nya serta menyerahkan ke bank.
Kedua, ajukanlah dengan jumlah yang wajar. Bank sangat menghargai calon peminjam (debitur) yang mengajukan kredit dalam jumlah kecil lalu bertahap menambahnya sesuai kemajuan usaha. Ketika baru kenal lalu mengajukan kredit dalam jumlah besar maka pihak bank akan balik meragukan kita. Bagaimanapun pihak bank akan berhati-hati karena uang yang disalurkan adalah uang yang dihimpun dari tabungan masyarakat/DPK sehingga harus dijaga betul agar kredit yang disalurkan lancar pengembaliannya.
Ketiga, lengkapi persyaratan administrasi seperti perijinan/legalitas usaha. Jika usahanya masih kecil atau sebagai pemula dalam berwirausaha minimal memiliki surat keterangan usaha dari kelurahan/desa. Ketika sudah besar sebaiknya segera mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), TDP dan SIUP serta ijin khusus untuk usaha tertentu. Kredit besaran Rp. 100 Juta ke atas memerlukan persyaratan seperti itu. Perijinan lengkap membuat pihak bank lebih cepat dalam memroses pengajuan kredit.
Keempat, apabila kita sama sekali belum pernah ke bank dan ingin mengajukan kredit temuilah orang/pihak yang tepat. Mintalah kepada sekuriti atau sekretaris untuk diantar menemui Account Officer (AO)/Mantri yang menangani kredit.
Kelima,setelah bertemu AO berceritalah secara jujur dan terbuka tentang usaha kita. ika terdapat permasalahan sebaiknya disampaikan di awal insya Allah AO/Mantri bisa membantu. Jika kita mengatakan tidak pernah meminjam di bank tetapi ketika hasil BI Checking/Sistem Informasi Debitur (SID) ternyata ada kreditnya dan kualitas kredit tidak lancar maka pihak bank pasti akan langsung menolak tanpa perlu membahas lagi.
Terakhir, keenam, hindari mengancam petugas atau menjanjikan sesuatu. Dua hal ini mengindikasikan bahwa kreditnya potensi bermasalah di kemudian hari sehingga sangat menakutkan bagi petugas bank. Petugas bank lebih takut kredit yang disalurkan bermasalah daripada diancam. Di samping itu kini pengelolaan bank semuanya transparan. Jika memang memenuhi syarat, pengajuan kreditnya pasti disetujui.
KIAT MUDAH MENGAKSES KREDIT DI BANK
Dalam setiap kesempatan bertemu dengan para pengusaha khususnya pedagang kecil selalu saja ada yang bertanya apakah bisa mengajukan kredit di bank tempat penulis atau tidak dan bagaimana caranya mengajukan kredit untuk membesarkan usahanya. Padahal fungsi utama bank adalah menyalurkan kredit, sehingga bank sangat berkepentingan untuk ekspansi kredit dan menjadikan para pengusaha sebagai target pemasaran kredit bank.
Mengakses kredit itu sebenarnya sangat mudah. Di bawah ini beberapa kiat mendapatkan kredit dimaksud. Pertama, sebaiknya berhubungan dengan bank sejak dini. Jangan ke bank hanya karena butuh kredit saja. Kita bisa membuka tabungan atau rekening giro. Jika mutasi tabungan kita aktif pihak bank yang justru akan mengejar kita untuk menawari kredit karena sudah mengenal keuangan kita melalui mutasi tersebut.
Bank-bank umumnya meminta salinan atau copy mutasi rekening tabungan/simpanan selama 3 atau 6 bulan. Berhubungan dengan bank sejak dini tentu memudahkan ketika bank meminta salinan atau copy mutasi rekening tersebut. Kita tinggal mencetak mutasi buku tabungan ke bank dan setelah itu tinggal meng-copy-nya serta menyerahkan ke bank.
Kedua, ajukanlah dengan jumlah yang wajar. Bank sangat menghargai calon peminjam (debitur) yang mengajukan kredit dalam jumlah kecil lalu bertahap menambahnya sesuai kemajuan usaha. Ketika baru kenal lalu mengajukan kredit dalam jumlah besar maka pihak bank akan balik meragukan kita. Bagaimanapun pihak bank akan berhati-hati karena uang yang disalurkan adalah uang yang dihimpun dari tabungan masyarakat/DPK sehingga harus dijaga betul agar kredit yang disalurkan lancar pengembaliannya.
Ketiga, lengkapi persyaratan administrasi seperti perijinan/legalitas usaha. Jika usahanya masih kecil atau sebagai pemula dalam berwirausaha minimal memiliki surat keterangan usaha dari kelurahan/desa. Ketika sudah besar sebaiknya segera mengurus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), TDP dan SIUP serta ijin khusus untuk usaha tertentu. Kredit besaran Rp. 100 Juta ke atas memerlukan persyaratan seperti itu. Perijinan lengkap membuat pihak bank lebih cepat dalam memroses pengajuan kredit.
Keempat, apabila kita sama sekali belum pernah ke bank dan ingin mengajukan kredit temuilah orang/pihak yang tepat. Mintalah kepada sekuriti atau sekretaris untuk diantar menemui Account Officer (AO)/Mantri yang menangani kredit.
Kelima,setelah bertemu AO berceritalah secara jujur dan terbuka tentang usaha kita. ika terdapat permasalahan sebaiknya disampaikan di awal insya Allah AO/Mantri bisa membantu. Jika kita mengatakan tidak pernah meminjam di bank tetapi ketika hasil BI Checking/Sistem Informasi Debitur (SID) ternyata ada kreditnya dan kualitas kredit tidak lancar maka pihak bank pasti akan langsung menolak tanpa perlu membahas lagi.
Terakhir, keenam, hindari mengancam petugas atau menjanjikan sesuatu. Dua hal ini mengindikasikan bahwa kreditnya potensi bermasalah di kemudian hari sehingga sangat menakutkan bagi petugas bank. Petugas bank lebih takut kredit yang disalurkan bermasalah daripada diancam. Di samping itu kini pengelolaan bank semuanya transparan. Jika memang memenuhi syarat, pengajuan kreditnya pasti disetujui.
Twitter: Penyair Finansial@SlametRistanto
Facebook: Slamet Ristanto (Penyair Finansial).
Facebook: Slamet Ristanto (Penyair Finansial).
Fajar Online: www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar